4 Disco Sperm
- Tri

- Nov 29, 2020
- 2 min read
Updated: Nov 28, 2024
Aku bingung dengan para dokter yang memintaku membaca pikiran mereka, tentu aku menolak karena tidak bisa. Awalnya ku pikir ini lelucon karena telingaku dan Noa berbentuk aneh, ternyata terjawab oleh dua orang baru di depanku, Tim dan Nerd. Mereka hebat loh bisa membaca pikiran, bisa bicara langsung ke otak kita juga. Sepertinya tempat tinggal kami yang baru akan lebih menyenangkan dibanding di lab.
Pintu keluar disini selalu dikunci rapat setiap ada orang masuk, yang menurut pengakuan Tim dan Nerd, sangat jarang terjadi. Aku dan Noa bisa saja menghancurkan pintunya, tapi... lalu apa? Diluar sana hanya ada lab dan Dokter-dokter membosankan lalu lalang. Aku lebih senang disini.
Oh betapa aku salahhhhh. Disini Noa semakin menjadi, dia tidak mau kalah! Selalu menantangku, menganggapku lebih lemah darinya. Mana bisa dibiarkan, aku harus memberinya pelajaran! Aku ambil sabun mandinya saat mandi, aku tarik selimutnya saat tidur, aku ambil garpunya saat makan, aku corat coret sisi tembok tempat tidurnya. Suatu saat nanti aku akan menggambar Noa dililit seribu ular! Tapi aku tak tahu seberapa banyak seribu itu, jadi untuk sementara aku gambar ularnya dulu selagi aku belajar berhitung.
Tidak seperti Noa, aku rajin belajar dong! Dokter bilang masih belum ada kemajuan, yang penting aku rajin belajar. Dokter juga tidak bisa membaca tulisanku, tak apa-apa, yang penting aku sudah menulis. Dokter bahkan tidak mengerti apa yang ku katakan, yang penting! Aku! Sudah! Bicara! Noa selalu berakhir membantuku menyampaikan apa yang ingin ku katakan tanpa ku minta sih... Hanya di saat seperti itu Noa tidak kurang ajar padaku. Sisanya? Dia selalu membuatku kesal.
Hal yang selalu aku dan Noa perdebatkan selain masalah siapa yang paling kuat adalah: Siapa yang kakak? Aku atau Noa? Dokter selalu menjawab kami lahir bersamaan, tapi aku tak bisa terima. Mereka dokteerrr, yang menciptakan kamiiii, bagaimana bisa pertanyaan sederhana begini mereka tak bisa jawabbb. Pasti ada yang lahir lebih dulu beberapa detik. Pasti aku, karena aku melihat dunia lebih dulu dibanding Noa. Hehe.
Mata Noa bermasalah sih, dia tidak melihat bahwa aku jauh lebih kuat dibanding dia. Walau begitu, entah bagaimana aku selalu kehilangan crayonku. Pelakunya tidak mungkin Noa kan? Tidak mungkin juga Tim atau Nerd, mereka baik, tidak seperti Noa.
Noa dan idenya membuatku dalam masalah. Dia pernah mengajakku naik ke conveyor belt pengantar supply, ingin tahu belt itu mengarah kemana. Ku akui kedengarannya asik, jadi aku lakukan. Hal ini membuat kami dalam masalah besar, suara panik Dokter terdengar dari speaker. Besoknya, aku lihat lubang conveyor belt menjadi lebih pendek. Tidak mungkin lagi kami masuk kesitu.
Tim menyampaikan bahwa dia membaca pikiran petugas yang mengubah lebar conveyor belt, petugas itu mengeluh dengan segala kelakuan kami, sejak ada kami, pekerjaan mereka jadi semakin banyak. Tim sendiri tidak merasa ada masalah dengan hal itu, hanya merasa lucu saja mengingat dulu Tim dan Nerd hampir tak pernah melihat petugas sedekat itu.
Nerd bilang keberadaan kami membuat tempat itu menjadi ramai, dalam arti yang baik. Aku bertanya balik, bagaimana sebelumnya bisa ramai? Mereka berdua kan tidak bisa bicara. Noa memukulku untuk itu. Katanya aku tidak sopan. Noa lebih tak sopan! Dia memukulku! Aku baru saja menarik baju Noa untuk balik memukul, tapi terhenti mendengar suara tertawa Tim dan Nerd.
Tim bilang ini pertama kalinya mereka tertawa sekeras itu. Entah perasaanku saja atau apa, sejak saat itu Tim dan Nerd jadi semakin sering berkomunikasi kepada kami.


Comments