top of page

6 Pixel Beat

  • Writer: Tri
    Tri
  • Nov 21, 2020
  • 2 min read

Updated: Nov 28, 2024

Tim, Nerd, Dim dan Noa kini sudah lancar membaca dan menulis. Begitupun ketahanan fisik aku dan Brat sudah lumayan berkembang. Kami juga mendapat beberapa fakta tentang kemampuan Tim dan Nerd.

Diantaranya adalah mereka bisa memilih akan mengirimkan pesan ke kepala orang tertentu atau ke semua orang sekaligus. Radiusnya juga tidak terbatas oleh tembok, setidaknya tidak ada masalah di ruang besar ini, entah apakah ruangan di tempat para Dokter memiliki tembok yang sama atau tidak. Perbedaan jelas terlihat saat kami di lab. Disana ada pintu, ada jendela, namun tidak disini. Disini tak ada pintu. Sesuatu yang dapat disebut jendela hanya dome besar diatas sana. Mungkin dome itu dapat menjadi jalan keluar kami nantinya.

 


Kami mempelajari banyak hal dari buku-buku yang mereka kirimkan. Walaupun mereka hanya mengirimkan buku-buku yang too good to be true. Tetap ada hal-hal yang kami dapatkan di dalamnya. Seperti di dongeng putri salju, ada racun yang bisa diciptakan dan dimasukkan dalam makanan, juga tentang keberadaan binatang-binatang hutan dan naga. Atau seperti pada cerita Rapunzel dimana sang pangeran menggunakan rambut Rapunzel untuk memanjat menara tinggi.


Pada semua cerita itu juga selalu ada karakter jahat. Karakter jahat tidak berarti selalu berbuat jahat, dalam posisinya, dia berlaku baik untuk kepentingannya. Mungkin, para Dokter pun sama. Kami tidak bisa terus terlena dengan segala kebaikan para Dokter.


Apabila kami sempurna, mungkin kami bisa bernegoisasi, seperti saat Gretel bernegoisasi dengan penyihir yang menolak untuk masuk ke oven.  Sayang kami jauh dari kata sempurna. Aku memiliki mata yang sama dengan Noa, Brat memiliki mulut yang sama dengan Dim. Menurut para dokter, ada yang salah dengan tempurung otak aku dan Brat. Menurutnya, kepala kami terlalu lembek, kau bisa merasakan denyutan konstan saat memegang kepala kami.

 


Semakin lama aku tinggal dengan yang lain, aku melihat bahwa fisik ataupun kemampuan khusus seharusnya tidak menjadi masalah. Pada kasus Tim dan Nerd misalnya, Nerd selalu berinisiatif membawakan tabung-tabung gas mereka, sementara Tim selalu berada di depan saat ada interaksi sosial, mengetahui bahwa Nerd agak kikuk dalam berkomunikasi. Atau pada kasus Dim dan Noa yang selalu bertengkar namun saling mencari apabila terpisah sebentar saja. Pada saat mereka bangun mereka saling pukul, namun setiap tidur mereka selalu bersama. Hanya mereka yang tidur dengan kembarannya di satu kasur. Bahkan aku dan Brat yang selalu berdiskusi panjang sebelum tidur pun tetap tidur di kasur terpisah.


Aku rasa kami bukan orang jahat yang harus terus dikurung atau bahkan, worst case, untuk dibuang. Kami bukan objek yang bisa begitu saja dibuang. Apakah terlalu muluk bila aku mengharap para Dokter melihat kami sebagai kami, bukan sebagai objek?




Related Posts

See All

Comments


© Copyright

 © Akuma39

bottom of page