top of page

Ringkasan Snow White Hunting

  • Writer: Tri
    Tri
  • Dec 2, 2020
  • 2 min read

Updated: Mar 31, 2024

Long long time ago, ada seorang ilmuwan yang sedang tidur bersandar di bawah pohon apel. Melamun memikirkan bagaimana dunia dan semesta bekerja. Di tengah lamunannya, jatuh sebuah apel berwarna putih ke atas kepalanya. Aneh bagaimana apel itu berwarna putih sedangkan apel lain di pohon itu berwarna merah.


Merasa tertarik dengan apel itu, dia tak langsung mencoba memakannya. Dia membawa pulang, memotong satu slice kecil dan memberikan apel itu kepada kambing ternaknya yang kelaparan. Yang terjadi kemudian mengejutkan dia dan seisi desa. Pasalnya, kambing itu berubah menjadi sesosok iblis ganas.

Setelah susah payah dan memakan banyak korban di prosesnya, mereka berhasil membunuh iblis tersebut.

Sejak saat itu, si ilmuwan mulai bereksperimen dengan apel yang dia temukan. Hasilnya selalu gagal, binatang sebesar apapun, bahkan manusia sekalipun, akan kehilangan jati dirinya dan berubah menjadi mahluk haus darah.


Berita tentang si ilmuwan dan apelnya tersebar, menarik ilmuwan-ilmuwan di kota lain untuk ikut meneliti si apel ajaib. Dibentuklah sebuah istana di daerah utara, khusus untuk meneliti kekuatan apel tersebut.

Walau belum jelas dari mana dan bagaimana si apel bisa mengubah seseorang, didorong oleh permintaan dari pihak militer, mereka memutuskan untuk menguji coba membuat tentara. Tentara dengan wujud manusia namun berkekuatan super, itu tujuan mereka.


Anehnya metode yang mereka temukan hanya efektif untuk tubuh anak kecil. Ternyata selain faktor fisik, faktor psikologis juga mempengaruhi kestabilan kekuatan dari apel tersebut. Dipilihlah anak-anak kembar dengan harapan kalau terjadi sesuatu dengan salah satu dari mereka, akan lebih mudah mengidentifikasi masalahnya, hanya perlu membandingkan dengan pasangan kembar lainnya.


Delapan anak berhasil bertahan hingga tahun keempat. Kebanyakan dari mereka hanya bertahan satu tahun atau bahkan langsung mati saat diberikan apel tersebut.

Setiap anak memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, tidak ada yang benar-benar sempurna. Karena itu, para ilmuwan memutuskan untuk melakukan tes, memprovokasi ke8 anak tersebut dengan kebebasan. Mereka dijanjikan bisa terbebas dari fasilitas tersebut asalkan bisa mengalahkan anak-anak yang lain. Tujuan akhirnya adalah menjadikan anak yang terkuat sebagai sampel penelitian berikutnya.

Tentu tidak ada yang mau saling membunuh, anak-anak tersebut mengacuhkan ide gila dari si ilmuwan. Para ilmuwan tidak mau kalah, mereka terus membujuk dengan memperlihatkan dan menceritakan bagaimana dunia luar, dunia yang tidak diketahui anak-anak tersebut.

Bujukan tadi berhasil, ke8 anak tersebut setuju untuk mengikuti permainan, sayangnya, kekuatan 8 anak tersebut terlalu besar. Mereka berhasil melarikan diri dari fasilitas tersebut.


Dunia luar yang pertama kali mereka lihat adalah hamparan gunung es. Memanfaatkan kekuatan masing-masing, mereka mencoba bertahan hidup untuk sampai ke kota lain.

Mereka lupa, mereka tidak pernah diajarkan untuk mencari makan, selama ini makanan disuguhkan untuk mereka. Satu persatu dari mereka mati. Mereka sepakat setidaknya salah satu dari mereka harus bertahan hidup. Anak terakhir yang mengemban beban itu bernama Plan.


Alih-alih pergi ke kota lain, Plan memutuskan untuk kembali ke istana. Dia bertahan hidup dengan memakan makanan sisa. Hingga suatu hari, Plan menemukan ruang rahasia berisi banyak bayi kembar. Diantara bayi-bayi itu, terdapat potongan apel, yang tanpa berpikir langsung Plan makan semua.

Bukannya kehilangan kontrol, potongan-potongan apel tadi membuat Plan mendapatkan kekuatan baru. Sel-selnya berubah menjadi dewasa, tubuhnya menjadi tubuh manusia sempurna. Rasa lapar, haus, kedinginan dan kesakitan hilang begitu saja.


Dalam pikirannya tiba-tiba terlintas dari mana apel tersebut berasal, termasuk terbayang empat sosok yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Kekuatan barunya membuat ia dapat mengatur gravitasi tubuhnya, dengan kekuatan itu, ia terbang melesat menjauh dari istana tersebut.

 
 
 

Comments


© Copyright

 © Akuma39

bottom of page