0 Extras
- Tri

- Dec 22, 2020
- 7 min read
Updated: Nov 28, 2024
Aku seorang teknisi handal yang punya memang memiliki passion di bidang ini. Aku telah bekerja di sebuah instansi bernama The Golden Bird selama bertahun-tahun.
Kantorku berada di sebuah gedung diantara pegunungan bersalju. Memerlukan helikopter dengan izin khusus untuk bisa mendarat kesini. Dari luar eksteriornya terlihat kuno, namun di dalam sangat modern. Fasilitasnya lengkap; ruangan untuk karyawan, ruangan publik seperti kantin, gym, bahkan lapangan futsal dan ring tinju.
Dalam sebuah ruangan khusus, beberapa anak kecil dalam kondisi koma disuntikkan cairan khusus.
Cairan berasal dari apel emas yang katanya dapat memberi kekuatan ajaib. Kekuatan apa yang ditimbulkan akan bergantung pada tiap individual. Apel emas sangat langka dan memiliki harga sangat mahal. Dari mana asal apel emas? Classified, bahkan aku yang karyawan lama disini tidak tahu dari mana asalnya.
Di tengah gedung terdapat sebuah dome kaca besar dikelilingi dengan railing setinggi pinggang orang dewasa. Dome kaca melindungi ruang besar dibawah, turun sedalam 15 meter ke bawah tanah, terdapat ruangan besar dengan sekat-sekat. Anak-anak yang berhasil melalui tes akan ditempatkan dalam dome kaca tersebut. CCTV memantau di setiap sudut ruangan dalam dome.
Tujuan The Golden Bird adalah menciptakan tentara kecil yang dapat dimanfaatkan sesuka hati.
Kenapa anak kecil? Tubuh mereka masih memiliki banyak potensi, jiwa mereka belum terlalu kritis.
Instansi amoral, karenanya harus dirahasiakan. Instansi ini memiliki gaji bulanan sangat besar, berkedok instansi charity for humanity di mata publik. Merahasiakan beberapa hal adalah bayaran yang setara menurutku. Tugasku adalah membantu merancang dan memelihara mesin yg dapat mempertahankan jangka hidup mereka.
Bertahun-tahun sejak gedung ini didirikan, hanya ada sedikit anak yang bisa bertahan hidup dalam waktu lama. Paling lama satu minggu, tubuh mereka akan melemah dengan sendirinya untuk kemudian mati. Seolah suntikan apel ajaib itu malah mengambil kekuatan mereka. Entah kenapa para petinggi begitu yakin dengan metode aneh ini.
---
Di satu musim panas, pasangan pertama berhasil bertahan hidup lebih dari satu minggu. Pasangan tersebut dinamai Time Rhyme dan Nerve Chord. Nama random dari word generator. Salah satu cara malas untuk membuat mereka merasa seperti manusia.
Tim dan Nerd, panggilan kedua pasangan itu, memiliki fisik yang kacau. Wajah mereka tidak beraturan, hanya ada lubang-kecil sebagai pengganti mata-hidung-mulut. Namun kami dapat mendengar 'suara' mereka. Mereka bersuara langsung ke kepala kami. Mereka berkomunikasi melalui telepati, membaca pikiran dan berbicara kepada pikiran siapapun yang ada di dekat mereka. Seakan apel emas menukar indera mereka dengan kemampuan spiritual.
Bulan pertama Tim dan Nerd tidak mudah, tubuh Tim & Nerd akan lumpuh setiap beberapa hari.
Kami harus menyuntikkan beberapa obat-obatan untuk membiarkan mereka hidup. Lelah, kami mencoba menyuntik mati mereka dengan sebuah dosis VX (C11H26NO2PS). Anehnya tubuh mereka malah membaik, sejak saat itu supply tabung besar VX rutin kami berikan setiap enam hari sekali.
Bulan kedua dan ketiga terlewat tanpa hambatan berarti. Merasa mereka dapat dibiarkan hidup sendiri, kami menginstal sebuah conveyor belt. Bergerak dari salah satu ruangan menuju salah satu sudut di dalam dome. Conveyor belt selebar satu meter akan mengantar segala supply makanan, minuman, dan barang-barang kebutuhan mereka. Hal ini dilakukan agar mereka tidak memiliki afeksi lebih pada kami, juga sebagai penegas mereka tak akan hidup tanpa supply dari kami. Ingat, mereka diciptakan untuk menjadi pembunuh.
Aku lupa memberi tahu bahwa kami hanya mengembangkan anak kembar di cabang ini. Selain lebih efektif, berasal dari telur yang sama, akan lebih mudah mengidentifikasi masalah pada anak kembar karena ada pembanding orang lain dengan DNA dan ciri fisik yang sama.
Tahun berikutnya di musim dingin, sepasang anak kembar lain berhasil melewati batas hidup 7 hari. Noise Heart dan Disco Sperm, atau Noa dan Dim.
Tubuh mereka lebih kuat dibanding Tim dan Nerd, walau masih ada cacat di beberapa bagian, mereka tidak butuh suntikan apapun untuk bertahan hidup. Noa dan Dim tidak bisa menggunakan telepati seperti dua saudara terdahulunya. Layaknya kami, mereka hanya bisa mendengar telepati yang diberikan Tim dan Nerd.
Kami mulai mencoba memberi mereka berbagai pelajaran dan tes fisik. Perkembangan mereka sangat lambat, namun Noa dan Dim sangat mudah melewati segala tes fisik. Perbedaan fisik Tim Nerd dengan Noa Dim bagaikan bumi dan langit. Noa dan Dim seolah berada dalam pengaruh kelebihan kafein 24/7. Efek sampingnya adalah emosi mereka yang cenderung tak stabil. Seringkali tantrum karena hal sepele, tak sabaran, berakhir melempar apapun yang ada di jangkauan mereka saat marah.
Sejak kehadiran Noa dan Dim, bagian dalam dome diperkuat. Penjagaan juga diperketat, mengingat mereka pernah mencoba naik ke conveyor belt sebagai upaya untuk menemui kami.
---
Di musim gugur, pasangan kembar ketiga muncul, Brain Forte dan Pixel Beat, Brat dan Pit. 'Stabil' adalah satu kata untuk menggambarkan pasangan ketiga ini. Mereka tidak butuh suntikan apapun dan tidak mengalami emosi berlebih. Sayangnya beberapa bagian tubuh mereka masih cacat, kemampuan fisik mereka rata-rata, tidak juga bisa bertelepati.
Berbeda dari dua pasangan sebelumnya yang kesulitan bahkan untuk menghapal alfabet, Brat dan Pit sangat mudah menyerap semua pelajaran. Mereka dengan mudah membaca, menulis, mengingat. Hanya dalam satu hari mereka sudah dapat menulis nama mereka sendiri.
Untuk meningkatkan potensi mereka, kami mulai memberikan program baru yang kami sebut permainan. Permainan berupa kuis, puzzle, tebak-tebakan, cerdas cermat, apapun yang dapat meningkatkan kemampuan mereka memecahkan masalah. Beberapa fasilitas tambahan seperti monitor dan pad menulis dipasang untuk mereka.
---
Pada musim semi berikutnya, Crystal Tear dan Plain Throne tercipta. Clear dan Plan, panggilan mereka, memiliki bentuk fisik manusia sempurna. Tanpa cacat. Kami berpikir mungkin kemampuan fisik atau otak mereka akan lebih baik, ternyata tidak. Mereka tidak lebih kuat dari Dim dan Noa, tidak lebih pintar dari Brat dan Pit, tidak juga memiliki kekuatan supernatural seperti Tim dan Nerd. Namun urusan rasa ingin tahu, mereka nomor satu. Mereka banyak bertanya hal yang tidak ditanyakan anak-anak lainnya.
"Siapa kalian sebenarnya?", "Kenapa kami di dalam sini dan kalian diluar?", "Apakah kami bisa keluar?", "Bisakah kami melihat langit?". Semua pertanyaan yang hanya kami jawab dengan "Ada saatnya nanti kau akan tahu jawabannya.". Aku menyebut itu ‘mengelak dengan elegan’.
Clear dan Plan juga terlihat lebih mudah berempati dan memiliki inisiatif tinggi. Mereka membantu saudara-saudara mereka seolah mereka hanya dilahirkan untuk itu. Walau empati dan inisiatif adalah hal yang baik, kedua hal itu bukan prioritas kami. Tujuan kami membentuk tentara kecil yang tak terkalahkan namun tetap patuh perintah. Kami memutuskan untuk menjalankan penelitian dengan empat pasang anak ini sebelum menciptakan pasangan lain.
---
Empat musim berganti empat kali, mereka masih berada di dalam dome. Setiap hari selalu ada 7 jam tersita dari hidup mereka; 4 jam untuk pelajaran, 3 jam untuk permainan. Pelajaran dan permainan dilaksanakan di tengah dome, instruksi untuk mereka muncul melalui monitor di salah satu sisinya. Sedangkan kami selalu memantau mereka melalui kaca di atas dome maupun CCTV.
Salah seorang dari kami merasa potensi Clear dan Plan belum terbuka sepenuhnya. Hidup delapan anak ini terlalu nyaman, kurang ancaman. Manusia dapat berbuat hal menakjubkan saat dirinya dalam bahaya, mungkin hal yang sama akan berlaku pada mereka. Maka dibuatlah permainan battle royale, Snow White Hunting. Kami buat mereka curiga satu sama lain. Satu persatu mereka akan kami bunuh untuk memberi dorongan kepada yang tersisa. Ditambah dengan pemutusan supply makanan, minuman dan obat-obatan, mereka akan dipaksa masuk ke mode bertahan hidup
Hari pertama, mereka pura-pura tak acuh, tak ingin mengikuti permainan, yang tentunya sudah masuk perhitungan kami. Malam itu juga, Nerd kami bunuh sebagai peringatan. Jarum-jarum kecil yang berada di tempat tidur Nerd selama ini kami aktifkan. Bukan hanya jarum biasa, jarum beracun. Dalam waktu singkat, Nerd kehilangan detak jantungnya. Jarum pembunuh semacam ini sudah kami instal di berbagai titik, di banyak tempat disana sebagai pengontrol jikalau mereka memutuskan untuk memberontak.
Hari kedua mereka terlihat sangat terpukul. Setelah terlihat berduka dengan kematian Tim, mereka hanya diam bermain sendiri-sendiri. Kami sempat khawatir dengan respon pasif mereka, namun beberapa waktu setelah itu, Clear dan Plan menangis kencang. Diikuti oleh Dim dan Noa yang terlihat marah, tantrum berteriak-teriak sambil melempar barang-barang. Brat dan Pit hanya menundukkan kepala mereka di pojok ruangan. Sepertinya selama ini mereka menahan emosi mereka, sekarang mereka keluarkan tanpa kontrol.
Tim mengeluarkan suara memilukan melalui telepatinya. Suara teriakan melengking diselingi raungan, terdengar sedih namun memekakan telinga. Refleks beberapa dari kami menjauh dari dome, berusaha keluar dari radius telepati Tim.
Entah bagaimana, tiba-tiba kaca dome pecah. Kami yang masih kaget memproses pecahnya kaca sebesar itu dikejutkan oleh Dim dan Noa. Dim dan Noa dengan wajah tertutup masker sudah berada di posisi melayang di atas dome. Kedua tangan mereka sibuk melemparkan tabung-tabung VX yang sudah dibuka. Gas VX dengan cepat meluap kemana-mana.
Beberapa temanku yang bertugas dekat dengan dome mulai berjatuhan. Posisiku agak jauh, memungkinkanku berlari kabur. Tempat yang ku pikirkan adalah kamar mandi umum, kontaminasi gas akan berkurang bila terkena air. Saat berlari ku ajak siapapun yang ku temui untuk ikut bersamaku.
Sampai di kamar mandi, seluruh keran shower kami nyalakan, kami berkumpul di satu sudut.
Panik dan debaran cepat jantung kami belum berhenti.
"Tenang! Gas nya tidak akan sampai sin-" Perkataan salah satu teman kami terputus diiringi tubuhnya yang kini terlempar jauh.
Itu perbuatan Noa.
Seperti malaikat maut, dengan cepat ia membunuh kami satu persatu. Tulang dan sendi kami bagaikan lidi di tangannya.
Dalam kekacauan, aku menyelinap lari keluar kamar mandi. Entah harus kemana sekarang, yang pasti sejauh mungkin dari mereka. Aku mendekat lapisan luar gedung, berharap dapat keluar. Diluar ternyata badai salju sedang bergulir.
Ada beberapa orang yang memilih lompat dari jendela, berlari menerjang badai. Menurutku itu adalah pilihan bodoh. Di sekitar gedung hanya ada pegunungan salju, tidak mati karena badai, akan mati di gunung.
Setidaknya di dalam sini aku masih bisa cari tempat sembunyi. Tujuanku berikutnya adalah ruang penyimpanan, banyak sudut untuk sembunyi disana. Hambatannya cuma ruang penyimpanan berada di bagian dalam gedung, aku harus bisa kesana tanpa ketahuan.
Selama perjalanan menyusuri lorong, suara teriakan dan alarm kebakaran terdengar dimana-mana.
Air yang keluar dari water sprinkler pemadam api memang membantu mengurangi penyebaran gas, namun membuat lantai lebih licin. Beberapa kali aku tergelincir.
Di salah satu sudut lorong aku terjatuh dengang posisi yang salah. Kakiku sulit digerakkan sekarang.
Aku berteriak meminta tolong. Orang-orang hanya lari mengacuhkanku.
Hingga ku rasakan beberapa tusuk jarum mengenai punggungku. Jarum yang tidak terlalu dalam tapi membuat sekujur tubuhku kaku. Bahkan menggerakkan mulut pun sulit. Ku rasakan jarum tadi dilepas, siapapun itu, kini dia memegang kepalaku. Di depanku adalah Pit, memastikan apakah aku masih sadar atau tidak. Tangannya menggenggam potongan kayu dengan jarum-jarum kecil. Jarum yang kami gunakan untuk membunuh Nerd.
Melihat aku yang masih tersadar, Pit menancapkan jarum-jarum itu langsung ke wajahku.
Rasa sakit yang ku rasakan semakin menjadi, tempat bekas suntikan jarum itu panas dan perih.
Lidah kelu dan otot tubuhku yang tegang tidak membantu. Pandanganku sudah kabur saat jarum di wajahku dicabut.
Terakhir, ku dengar langkah Pit menjauh, masih ditemani suara teriakan dan alarm di kejauhan.
![[Start] Resonansi Delapan Pilar](https://static.wixstatic.com/media/43f9e0_820257aa45764aa89b0cdc29e2540df4~mv2.jpg/v1/fill/w_980,h_483,al_c,q_85,usm_0.66_1.00_0.01,enc_avif,quality_auto/43f9e0_820257aa45764aa89b0cdc29e2540df4~mv2.jpg)

Comments