top of page

1 Time Rhyme

  • Writer: Tri
    Tri
  • Dec 2, 2020
  • 2 min read

Updated: Nov 28, 2024

Ingatan pertamaku tentang dunia ini adalah lab yang penuh mesin dan mereka yang penuh harap. “semoga kali ini berhasil”, kata mereka yang menyebut dirinya Dokter.


Aku mendengar suara mereka, namun aku sendiri tidak dapat mendengar suaraku. Yang keluar dari mulut kecil ini hanya bunyi-bunyian. Ada masalah dengan tenggorokanku, bentuk mulutku yang tak punya bibir dan lubangnya yg terlalu kecil.


Mataku tidak selebar mereka. Bola mataku mencuat keluar dari lubang yang terlalu kecil, mengedipkan mata akan menggerakkan seluruh otot di wajahku, termasuk menarik lubang hidung dan mulut kecilku. Mereka memberikanku topeng untuk meminimalisir masuknya cahaya. Tisu ototku juga ternyata lebih rapuh dari mereka. Obat tetes mata, vitamin dan antibodi menjadi makanan rutin harianku.


Melewati hari ke-delapan di hidupku, para Dokter bergembira. Mereka bilang belum ada yang pernah bertahan lebih dari tujuh hari sebelumnya. Mereka memberi kami tabung besar berisi gas khusus untuk dihirup. Gas itu adalah gas yang selama ini mereka berikan pada kami. Dokter berkata VX tidak memberi efek baik untuk mereka, jadi mereka ingin meminimalisir kontak mereka dengan cara meminta kami menghirup gas itu setiap hari.


Bukannya aku tidak merasa lelah, memang itu yang aku butuhkan. Aku lebih lelah bila harus diam terus diatas meja operasi.

“maintenance” harian ini tidak memakan waktu lama, hanya 3 atau 4 jam. Setelahnya, aku bebas melakukan apapun. Lagipula aku tidak sendirian, Nerd ada bersamaku, selalu.


Pertama kali aku mengerti kata-kata, aku mengucapkannya dalam hatiku. Entah bagaimana, Nerd bisa merespon perkataanku. Begitupun Nerd, perkataan Nerd dapat ku dengar dalam kepalaku.


Aku mencoba berkomunikasi dengan para Dokter di sesi berikutnya. Para Dokter terkejut bukan kepalang, mereka semua berhenti melakukan apa yang sedang mereka lakukan lalu menatap satu sama lain. Berbagai tes dilakukan untuk menguji hal yang mereka sebut telepati. Ternyata telepatiku hanya dapat didengar dalam radius tertentu. Sejak saat itu komunikasi kami semakin lancar, maintenance pun menjadi lebih mudah karena kami dapat mengatakan langsung efek apa yang kami rasakan.


Bulan pertama terlewat, mereka membawa kami ke sebuah ruangan besar dengan sekat-sekat di dalamnya. Mereka ingin kami akan tinggal disana untuk seterusnya. Pada bagian atas ruangan terdapat dome kaca besar yang cukup tinggi, namun tidak terlalu tinggi untuk telepati kami, kami masih dapat mendengar suara mereka.


Setelah bulan ketiga, mereka memasang sebuah conveyor belt. Semua makanan, minuman, obat, pakaian ganti dan kebutuhan kami lainnya diberikan melalui alat itu. Tidak perlu ada lagi kontak fisik dengan mereka. Hanya check up beberapa hari sekali melalui telepati, sangat praktis.


Berkurangnya kontak dengan mereka juga mengurangi polusi suara yang kami dengar, kami tidak terlalu sering mendengar suara-suara tidak mengenakan dari benak mereka lagi. Dunia yang tenang ini hanya milik kami berdua, aku dan Nerd.






Related Posts

See All

Comments


© Copyright

 © Akuma39

bottom of page