top of page

BRAT PIT

Brat and Pit are the second youngest pair, they act like a younger sibling should, they're calm, obedient, a bit spoiled, a bit hesitating but always caring the others.


Brat had no mouth, Pit had no eyes, they only had lil holes in their face as mouth and eyes replacement, their cranium is too thin, its disgusting so they cover it.
 

They rarely talk, they're all about brain, their IQ are on the highest level.
 

They are wearing combination of casual outfit. They're born in autumn.

Euonymus alatus sudah berubah warna menjadi merah, ujar salah satu Dokter sambil menggiringku keluar lab. Dalam lab tidak ada tanaman, warna merah tanaman tadi sangat kontras dibanding dinding dan lantai putih. Aku dan Pit dibawa ke tempat tinggal kami berikutnya. Yang aku lihat pertama kali ketika memasuki ruangan putih besar itu adalah teriakan “Ah! Anggota baru!”. Dua orang berambut kuning menghampiri aku dan Pit, mengatakan kalau kami adalah adik mereka. Berikutnya suara muncul di kepala kami, memperkenalkan nama mereka semua. Jadi ini kenapa para Dokter bertanya apakah kami dapat membaca atau berbicara ke dalam pikiran mereka, rupanya orang sebelum kami memiliki kemampuan itu. Dokter meninggalkan kami, suara berat pintu ditutup dan beberapa kunci jatuh ke lubangnya terdengar. Sepertinya kami tidak akan pernah dibiarkan keluar dari sini. Kenapa? Apakah untuk melindungi kami atau ada yang mereka tutupi di luar sana? Jawabannya bisa didapat kalau kami mendapat jawaban dari pertanyaan: Untuk apa mereka menciptakan kami? Setelah eksplorasi ruangan dan perbincangan dengan anak-anak lainnya, aku dan Pit menyimpulkan kehidupan kami adalah aset berharga untuk para Dokter. Tujuan kami diciptakan masih belum jelas, namun mereka tak akan melukai atau membiarkan kami terluka. Untuk sementara, sepertinya kami bisa tinggal disini dengan aman. Aku bertanya pada yang lain, apakah mereka pernah berpikir untuk keluar dari sini? Tim dan Nerd berkata mereka tidak yakin bisa hidup di tempat lain, apalagi dengan tubuh mereka yang butuh gas khusus. Sedangkan Dim dan Noa berkata mereka hanya ingin bersenang-senang, diluar sana terlihat membosankan katanya. Berarti belum pernah ada yang keluar dari sini, pandangan para Dokter pada kami harusnya masih positif. Malam di hari pertama Aku dan Pit habiskan dengan banyak obrolan tentang tempat baru ini. Aku dan Pit memikirkan semua karena faktanya, kami hidup terkurung dan para Dokter tidak. Ada sesuatu yang para Dokter sembunyikan, entah apa namun jawabannya ada di luar pintu itu. Kami pikir akan ada saatnya kami harus keluar nanti. Hari kedua, para Dokter memberi kami pelajaran melalui monitor. Pelajaran pertama menulis dan membaca, menurutku dan Pit, ini sangat mudah, hanya ada 26 huruf yang harus dihafal untuk dapat membaca banyak hal. Aku dan Pit terkejut melihat yang lain belum lancar membaca. Kami kembali terkejut dengan kekuatan fisik Noa dan Dim. Mereka tidak mudah lelah walaupun tantangan fisik yang diberikan pada mereka melampaui tantangan fisik aku dan Pit. Jadi begitu… kemampuan spiritual untuk Tim dan Nerd, fisik luar biasa untuk Dim dan Noa, kecerdasan lebih untuk aku dan Pit. Aku mulai mendapat petunjuk apa yang para Dokter ingin buat. Mereka ingin membuat anak yang sempurna. Kalau mereka berhasil menggabungkan tubuh Dim Noa, kecerdasan kami dan kemampuan Tim dan Nerd, tujuan mereka akan berhasil. Kemungkinan besar anak yang datang setelah kami nanti adalah anak yang mereka cari. Pertanyaannya, apa yang akan terjadi pada kami, yang tak sempurna ini, bila anak sempurna sudah didapatkan? Kemungkinan terbaik adalah kami tetap dibiarkan hidup. Aku ragu kami dapat hidup bebas, namun hidup lebih baik daripada kemungkinan terburuk: Kami akan dibuang. Apa yang dapat kami lakukan sekarang adalah bersiap untuk hari itu, atau mencoba memperbaiki diri kami agar kami tak dibuang. Hari-hari berikutnya, aku dan Pit mulai membantu yang lain belajar membaca, menulis dan berhitung. Tiga hal dasar yang dapat mempermudah hidup seseorang. Setidaknya mereka bisa membaca apa kandungan dalam botol obat atau implikasi tulisan di monitor yang ditampilkan Dokter. Aku dan Pit mulai berlatih fisik pada Dim dan Noa. Agak sulit karena mereka tak pandai menjelaskan, namun mereka membantu kami sebisanya. Misal tentang mengatur pernafasan, mengatur jumlah energi yang kami gunakan agar bertahan olahraga lebih lama atau memposisikan tubuh yang baik saat mengangkat barang-barang berat. Kami mempelajari kekuatan Tim dan Nerd. Seberapa besar jangkauannya, seberapa kecil dan besar suara yang dapat didengar, suara apa saja yang bisa dihasilkan? Apakah ada potensi lain? Semua ini untuk bertahan hidup.

Tim, Nerd, Dim dan Noa kini sudah lancar membaca dan menulis. Begitupun ketahanan fisik aku dan Brat sudah lumayan berkembang. Kami juga mendapat beberapa fakta tentang kemampuan Tim dan Nerd. Diantaranya adalah mereka bisa memilih akan mengirimkan pesan ke kepala orang tertentu atau ke semua orang sekaligus. Radiusnya juga tidak terbatas oleh tembok, setidaknya tidak ada masalah di ruang besar ini, entah apakah ruangan di tempat para Dokter memiliki tembok yang sama atau tidak. Perbedaan jelas terlihat saat kami di lab. Disana ada pintu, ada jendela, namun tidak disini. Disini tak ada pintu. Sesuatu yang dapat disebut jendela hanya dome besar diatas sana. Mungkin dome itu dapat menjadi jalan keluar kami nantinya. Kami mempelajari banyak hal dari buku-buku yang mereka kirimkan. Walaupun mereka hanya mengirimkan buku-buku yang too good to be true. Tetap ada hal-hal yang kami dapatkan di dalamnya. Seperti di dongeng putri salju, ada racun yang bisa diciptakan dan dimasukkan dalam makanan, juga tentang keberadaan binatang-binatang hutan dan naga. Atau seperti pada cerita Rapunzel dimana sang pangeran menggunakan rambut Rapunzel untuk memanjat menara tinggi. Pada semua cerita itu juga selalu ada karakter jahat. Karakter jahat tidak berarti selalu berbuat jahat, dalam posisinya, dia berlaku baik untuk kepentingannya. Mungkin, para Dokter pun sama. Kami tidak bisa terus terlena dengan segala kebaikan para Dokter. Apabila kami sempurna, mungkin kami bisa bernegoisasi, seperti saat Gretel bernegoisasi dengan penyihir yang menolak untuk masuk ke oven. Sayang kami jauh dari kata sempurna. Aku memiliki mata yang sama dengan Noa, Brat memiliki mulut yang sama dengan Dim. Menurut para dokter, ada yang salah dengan tempurung otak aku dan Brat. Menurutnya, kepala kami terlalu lembek, kau bisa merasakan denyutan konstan saat memegang kepala kami. Semakin lama aku tinggal dengan yang lain, aku melihat bahwa fisik ataupun kemampuan khusus seharusnya tidak menjadi masalah. Pada kasus Tim dan Nerd misalnya, Nerd selalu berinisiatif membawakan tabung-tabung gas mereka, sementara Tim selalu berada di depan saat ada interaksi sosial, mengetahui bahwa Nerd agak kikuk dalam berkomunikasi. Atau pada kasus Dim dan Noa yang selalu bertengkar namun saling mencari apabila terpisah sebentar saja. Pada saat mereka bangun mereka saling pukul, namun setiap tidur mereka selalu bersama. Hanya mereka yang tidur dengan kembarannya di satu kasur. Bahkan aku dan Brat yang selalu berdiskusi panjang sebelum tidur pun tetap tidur di kasur terpisah. Aku rasa kami bukan orang jahat yang harus terus dikurung atau bahkan, worst case, untuk dibuang. Kami bukan objek yang bisa begitu saja dibuang. Apakah terlalu muluk bila aku mengharap para Dokter melihat kami sebagai kami, bukan sebagai objek?

 © Akuma39

bottom of page