All Things Tempered by The Sun - Finale
- Melty Eruru
- Nov 30, 2024
- 18 min read
Updated: Jul 16, 2025

Babak final : Panggung untuk anak-anak terkutuk
Sebuah video berputar tanpa penonton di ruang kerja Feruci. Kaca layar pecah berhamburan, menjadi saksi bisu amarah sepasang mata yang melihatnya, perdebatan sengit yang dilontarkan keduanya setelah video itu berakhir dan keheningan seolah angin tak ingin ikut campur urusan rumah tangga pemilik kastel ini.
“Selamat malam—atau pagi—kakak tersayangku.”
“Aku memiliki putri-putri kalian. Sebagai seorang paman yang baik, kuberi mereka surga yang didambakan dari hati terdalamnya.”
“Levi menjadi ibu dari anak-anakku. Ia sudah melahirkan tujuh puluh Nephilim sehat hanya dengan rahimnya yang rapuh dan bau tanah lempung itu dalam kurun tiga jam saja—walau ia tewas dalam tiap proses anak-anakku merobek keluar, jiwanya tidak hancur saat dihidupkan berkali-kali. Sungguh, mainan lempung milikmu memang hebat kak,”
“Mona, bahagia dengan tantangan tanpa akhir mengoyak tubuh manusia—mencoba senjata—tewas—bangun lagi—bertarung dan mengoyak—harusnya kau lebih sering bercermin kak—bahkan sebagai kepala keluarga baru, kau payah dalam memahami anak-anak gadismu.”

(Serahkan tahtamu! Kau tidak layak menjadi raja lagi Helelku tersayang-Helel_-Helel Lucifer-_)
✦ Feruci
Hubungan manusia itu pelik. Tuhan bilang menciptakan manusia seperti bayangan dari wujud Illahi adikodratinya, tapi Tuhan tidak pernah marah oleh hal sepele seperti kehilangan keluarga tercintanya, atau rela berkorban demi kekasih dan terkasih. Psikopatnya mungkin iya sih, ia benar-benar penulis skrip alam semesta yang tega membalik sebuah galaksi karena penduduknya sudah membosankan. Manusia di lain sisi, terlalu banyak melakukan pengorbanan remeh demi orang lain yang belum tentu akan melakukan hal sama.
“Kita bisa mendapatkan anak-anak baru. Menghadapi Azazel di Hallowed ground adalah misi bunuh diri konyol. Walau aku ingin merasakan kembali kematian, mati terpanggang tanah suci membuatku jadi bahan olok-olokan penjaga roda takdir. Jadi, akan kuhubungi Gore untuk-” “Mereka putriku.” “Spiderlingku tercinta, kau tidak berpikir jernih.” “Mereka putriku!”
Kami bertarung sengit di ruang kerja, nostalgik memang, gerakannya, amarahnya, kecekatannya mengambil gerakan mematikan tetap indah selayaknya laba-laba pemangsa. Cepat, hening, fatal. Ia tahu aku tidak bisa mati, jadi yang dilakukannya adalah mencegahku sembuh lebih cepat. Racunnya melumpuhkanku, belati-belatinya menjadi paku, menyalibku di lantai ruang kerja. Mon ami, ah, sungguh inilah kenapa aku menganggapmu begitu spesial sayangku.
Tetap saja, hati gelap dan penuh racun itu menangis untuk nasib anak-anaknya. Ia adalah manusia. Kesempurnaan dalam tidak-sempurnanya akal nurani manusia.
“Yuriko.”
“Jangan memanggilku Yuriko. Aku akan menggugatmu cerai setelah membawa anak-anakku kembali.”
Sial. Sial. Azazel sialan. Ia bisa membakar separuh dunia, menyebabkan banjir badang Nuh kedua, atau perang dunia ketiga. Tapi dari semua hal untuk menarik perhatianku, ia memilih menjadi penghancur rumah tanggaku dengan Yuriko. Bajingan tidak tahu malu. Akan kucabut tiap helai bulu di sayap putih pongahnya, dan kugoreng renyah sayap ayam di punggung itu.
Kucabut belati-belati yang dipakai Yuriko untuk menahanku di lantai, tanganku masih kebas, racun milik ratu segala racun, ratuku tersayang, mampu mengantar manusia biasa ke alam baka dalam hitungan tiga belas detik, walau aku abadi, tetap saja, raga manusia yang kukenakan menanggung efek fatalnya tanpa terkecuali. Tiga kali muntah darah hitam pekat, dan mengutuk nama Azazel dalam berbagai bahasa, segera kuhubungi Gore.
“Lacak kendaraan Ades, dan pastikan ia tidak sampai ke St.Nikolai. Sisa dari yang akan terjadi di St.Nikolai, kuharap kau bisa menutupinya. Bilang saja kebocoran gas dan ledakan.”
“Jangan mati Feruci, aku tidak mau jadi kutu loncat sekarang.”
“Tenang saja.” Balasku.
“Aku hanya ingin membawa kembali Ades, gadis-gadis kecil kita, dan mencegah selembar surat cerai di pengadilan hari Senin besok.”
Mau dunia ini kiamat karena Azazel menciptakan sejuta-sepuluh juta Nephilim aku tidak peduli. Ia mencoba menyakiti Ades, dari hal yang disayang istriku. Itu sudah cukup alasan sedikit nekat sekarang.
Kutendang layar LCD di ruang kerjaku hingga hancur. “Kau berurusan dengan iblis yang salah Azazel.”
✦ Gore
-Forum mistis dan okultisme Online- [Shub-Niggurath]
➤Guriguri-chan wrote: [ ada yang tahu cara mengusir malaikat?”]
➤NasiCumiHitam_Yogsothoth wrote: [ bro? Malaikat? Kau John Constantine?]
➤Guriguri-chan wrote: [ serius, ada malaikat yang mengganggu keluargaku.]
➤Guriguri-chan wrote: [kalau ada yang tahu cara mengusir malaikat, akan kukirim 100.000 dollar sekarang]
➤Pharaoh666 wrote: [Keluargamu satanis bro? Ini pasti menarik, bentar aku mau tinggalin jejak disini. Tapi kalau dari yang kutahu, malaikat hanya bisa diusir kekuatan sangat gelap seperti iblis atau kutukan bro. Itu dari komik sih—woi beneran di transfer, aku bahkan belum sebar nomor rekening—njir]
➤NasiCumiHitam_Yogsothoth wrote: [.....tolong ini kenapa jadi beneran dikirim]
➤Guriguri-chan wrote: [I’m dead serious guys, masa depan keluargaku ditentukan cara mengusir malaikat sekarang]
➤Guriguri-chan wrote: [loading...]
➤Guriguri-chan wrote: [sigil ini, ada yang tahu?]

➤NasiCumiHitam_Yogsothoth wrote: [Sigil ini mirip sigil salah satu dari watcher, para pengawas. Tapi goresannya terlalu modern. Sigil aslinya harusnya seperti ini.]

➤NasiCumiHitam_Yogsothoth wrote: [Kawan, kalau benar mahluk ini yang membuat keluargamu kacau, aku ada kabar buruk. Mereka tidak bisa diusir, ini adalah sigil milik pengawas bumi yang paling kacau. Azazil. Terakhir kali mereka membuat kekacauan di permukaan dunia, Tuhan meminta Nuh membuat kapal di atas bukit, kau bukan penulis naskah Sam dan Dean Winchester yang sedang ambil ide season terbaru Supernatural kah? Aku agak curiga ini-]
➤NasiCumiHitam_Yogsothoth wrote: [ANJING BENERAN DIKIRIM 100K DOLLAR-- WOI MANA MODERATOR—AAAAAAA!]
➤budakgimGacha wrote: [Waduh, ramai sekali, @Guriguri-chan Aku tidak tahu cara mengusir malaikat, apalagi pengawas karena mereka entitas tinggi dengan kekuatan setara reaktor nuklir aktif. Tapi--]
➤budakgimGacha wrote: [ Ada cara untuk menetralkan tempat malaikat itu berada. Malaikat hanya bisa bergerak di tanah yang suci. Tanah suci ini bukan sekedar gereja atau tempat ibadah, tetapi ada relik dari para santo yang disimpan di altar. Kalau tidak bisa menemukan reliknya, kalian bisa mengotori dengan kutukan yang setara kuatnya. Semakin banyak tanah dari tempat yang memiliki banyak kematian tak wajar dibawa, semakin besar kutukannya menjadi bahan bakar baru untuk kuasa gelap mengambil alih tanah suci. Ini disebut teknik Unhallowed ground. Biasanya digunakan penyihir-penyihir Eropa di Amerika era koloni untuk membentuk tanah perjanjian bagi iblis, di tempat yang paling suci sekalipun.]
➤budakgimGacha wrote: [SEBENTAR-itu hanya dari teori okultis yang kupunya lho, ini kenapa rekeningku bertambah setinggi ini—moderator tolong ban Guriguri-chan aku takut ini money laundry!]
Hidup memang gila, aku tidak biasanya percaya omong kosong mistis di dunia maya karena sembilan puluh persennya adalah obrolan halusinasi orang-orang sakit jiwa, dan sepuluh persennya hanya berdasar pengetahuan zaman kuno yang sudah berkali-kali digunakan di media populer seperti game dan komik.
Sayang, aku tidak punya banyak waktu untuk memilah sekarang. Sedikit info untuk melawan malaikat sudah cukup. Dari semua jawaban di forum, hanya jawaban dari anon budakgimGacha yang paling masuk akal. St.Nikolai adalah biara, tentunya ada relik dari Santo Nikolai sebagai patron yang disebar Azazel untuk melindungi sarangnya dari iblis lain. Apalagi status Azazel menurut forum okultis adalah pengawas. Medan pertempuran ini sudah tidak imbang sejak awal, karena lawan Feruci memperoleh keunggulan dari hallowed ground. Metode unhallowed ground butuh banyak mayat yang tewas penuh dendam, mana cukup dengan koleksi kepalaku semata. Kutoleh sekali lagi layar komputer, mataku entah kenapa mendadak fokus pada paparan data jumlah kematian yang ditutupi di St.Nikolai dan jumlah data sebenarnya dari korban di sekolah sialan itu.
“Jumlah kematian di St.Nikolai sangat tinggi, harusnya cukup—kematian—kematian—ITU DIA! Kematian di St.Nikolai adalah kematian tak wajar karena ritual dari Azazel. Jika jumlah yang dilaporkan hanya sedikit, maka—Azazel menyembunyikan kunci membobol bentengnya di halaman dia sendiri.”
Kuhubungi Ades, berharap setidaknya dia mau mengangkat teleponku walau setelah pertengkaran suami istri dengan Feruci, aku kurang yakin ia mau mendengarkan.
“Nomor yang Anda tuju sedang berada di luar jangkauan-“
“Anjing!” Umpatku. Kuhubungi Ades sekali, dan memilih memberi pesan suara padanya. “Ades, aku tahu kau sedang diliputi amarah, tapi Feruci tengah bergerak ke St.Nikolai. Aku butuh bantuanmu mencari kemungkinan lokasi makam para gadis itu di sekitar St.Nikolai. Mereka pasti menandainya dengan bunga. Aku butuh intuisimu sebagai ahli racun dan botani.”
Kutunggu balasan Ades. Ini pertaruhan yang riskan, tapi seorang pengemis tidak bisa memilih sumber penghidupannya, dan sekarang ketenanganku hidup sebagai kolektor kepala terancam. Teleponku kembali berdering. “Adakah bunga manjushage, lycoris radiata di hutan sekitar St.Nikolai?” Ades bertanya di seberang gawai. “Tidak, pria itu berhati-hati agar tak menimbulkan kecurigaan. Hanya ada Mawar, Daisy, Lili putih, Krisantemum, Tulip.” “Lili putih. Pria yang memuja kesucian perawan Maria biasanya menggunakan lili putih sebagai simbol kemurnian. Kenapa kita butuh mengetahui makam mereka?”
“Aku tahu cara membuat Feruci membalik keadaan. Ades, maukah kau menggali mayat mereka bersamaku?” “Tidak.” Balas Ades cepat. “Kuku jariku bisa rusak, dan aku tidak ingin sejengkal tubuh ini terkena tanah kotor saat gadis-gadisku pulang. Kau bisa menggalinya dengan inspektur tercinta kita. Kau sudah memintaku mundur, jadi lakukan yang terbaik sebelum aku berubah pikiran lagi, dan tidak ada iblis di pelosok neraka yang mampu menghentikan amarah seorang ibu.”
Ades menutup teleponnya dengan cepat. Menyudutkan opsiku sebagai pemain belakang, kini kembali ke depan. Menyebalkan. Andai saja tidak ada misi menyebalkan seperti ini, aku masih bisa berselancar di dunia maya dengan damai. “Ugh, demi kedamaian koleksi kepalaku.” Kutumpuk tekadku sekarang. Inspektur Beaumont, kuharap kau masih tajam dalam urusan tenaga kasar.
***
✦ Jean Pierre Beaumont
Seberapa jauh seseorang bisa mengorbankan diri demi orang yang mereka cintai? Orpheus, Izanagi, semua pahlawan yang kehilangan cinta mereka dengan tragis rela menukar dunia untuk nyawa kekasihnya, walau tak berhasil, kisah mereka abadi.
Eleana sudah tercuri dari pelukanku. Eleana, adikku, tak mampu lagi tersenyum di bawah terpaan sinar mentari. Ini pembalasan dendam sia-sia, tapi aku tetap menjual jiwaku pada iblis agar terbalaskan.
Harusnya aku tenang. Harusnya aku yakin, Feruci dengan segala kekuatan kegelapannya mampu membawa keadilan bagi Eleana. Harusnya—
“Aku tahu lokasi jenazah Eleana yang sebenarnya. Eleana dan seluruh gadis yang menjadi korban Ephraim selama tujuh puluh tahun terakhir.”
Buku-buku tanganku berdarah, tapi aku terus menggali bersama anak lelaki Feruci, Gore. Tiap tutup peti menghantam ujung sekopku, kubuka penuh harap itu adalah rangka Eleana, tapi Gore bilang, seragamnya berbeda. Mereka dari era yang lebih tua. Kugali lagi tiap bunga lili putih di hutan ini. Eleana, adikku menunggu, di tempat segelap ini, dengan pepohonan tinggi mengunci mentari, sendirian dalam kotak peti tanpa nama. Sendiri dan ketakutan. Kubisikkan namanya tiap membuka peti, lagi-lagi para gadis dari berbagai era lain. Sampai mataku tertumbuk pada pemandangan di bawah pohon willow yang tegap, ada beberapa bunga lili putih tumbuh enggan, kuntumnya membusuk sehingga warnanya tidak lagi seputih lainnya.
Kupegang sekopku erat-erat, tenagaku hampir habis, nafasku hanya tersisa satu dua saja setelah menggali nyaris seluruh hutan di sekeliling St.Nikolai, tapi melihat kuntum itu, aku yakin adikku berada di bawah sana.
“Eleana!”
Kakak...selamat atas kenaikan pangkatnya. Sekarang inspektur nih, hihihi!
“Eleana! Adikku...”
Kakak, jangan telat makan lagi ya! Mentang-mentang banyak kasus ih! Asam lambung nanti! Rokoknya dikurangi juga. Kalau kakak meninggal duluan, siapa yang jadi wali Eleana kalau menikah nanti.
“E....leana...eleana, kakak datang menjemputmu pulang.”
Mayat di dalam peti masih memiliki sisa corpse wax, jaringan kulitnya masih menyatu, cairan pembusukannya sudah kering, dan ia mengenakan jam tangan murah hadiahku padanya dari gaji pertama sebagai polisi. Aku tidak gila, tiga tahun kecurigaanku pada mayat Eleana benar. Yang dibakar dan diberikan padaku bukan jenazah aslinya.
“Kau masih ingin membalas dendam kan? Simpan tangismu untuk nanti.” Gore menepuk pundakku. “Kita harus membawa seluruh mayat yang kita gali ini, tulang belulangnya, bahkan jika yang tersisa hanya sehelai rambut dan sepucuk kuku, lalu melempar mereka kembali ke St.Nikolai.”
“Melempar...maksudmu, aku harus—aku harus melempar jenazah adikku seperti bom molotov ke gerbang St.Nikolai?”
Orang normal akan marah dan memukul kepala orang gila yang menyarankan hal tidak terhormat macam ini, tapi bukan aku. Eleana sudah pergi. Marah tidak akan menyelesaikan dendamnya. Kukecupi kening adikku penuh cinta, dan memasukkannya dalam karung. “Dendam Eleana dan seluruh gadis di tanah ini, harus diselesaikan.”
***
✦ Feruci
Memasuki hallowed ground membuatku teringat masa-masa aku harus susah payah menyamar jadi seekor reptil melata di taman Eden, hanya untuk menggoda sepasang mainan lempung baru milik Tuhan, agar mereka melakukan kenakalan kecil dan diusir dari Surga. Saat itu aku sudah menjadi iblis sih, andai masih malaikat mungkin bisa dengan bebas kulakukan penipuan heboh agar Hawa memilihku daripada Adam. Oke, panas yang membakar sekujur tubuhku membuatku sedikit halusinasi rupanya.
Ades menyayangi anak-anaknya, walau hubungan kami dalam keluarga ini harusnya hanya transaksi profesional, Ades jatuh hati pada keluarga baru kami. Melihat Levi diperkosa Azazel, hamil dalam hitungan menit, melahirkan, mati karena perutnya robek, dan hidup kembali untuk mengulang siklus sama sebanyak tujuh puluh kali, dan melihat Mona berada pada valhalla halusinasi, berperang seorang diri melawan Nephilim cacat produksi, tewas, hidup, berperang lagi, sampai berada pada titik kewarasannya menghilang, membuat insting keibuan Ades mengalahkan logikanya. Ia marah, ia ingin melindungi keduanya, ia ingin membawa kembali putri-putri kami, walau harus melawan entitas di luar kemampuannya sebagai manusia fana.
Nephilim cacat memenuhi jalanan lorong sekolah St.Nikolai sekarang. Azazel nampaknya ingin mengenalkan mereka padaku. Di hallowed ground, separuh malaikat memiliki kecepatan dua kali lipat dibanding iblis, walau mereka bodoh karena masih berotak balita, tetap saja cakaran dan gigitannya sakit.
“Inilah kenapa aku benci bocah kecil kematian.” Kujentikkan kedua jariku, api biru pekat menyelimuti lorong tempatku berdiri, dan ledakan besar beruntun terjadi bersamaan dengan petir menggelegar.
“Azazel, aku datang untuk membawa kembali dua putri nakalku.”
Kutendang pintu kapel St.Nikolai yang kini bau amis.
Azazel masih sibuk memangku Levi di tengah altar, ia menggunakan wujud illahinya saat menunggangi Levi yang kembali hidup, tapi berada dalam hipnotis sang pengawas dunia. Tubuh setinggi dua setengah meter, Dua belas sayap putih, dengan mata di tiap helai bulunya. Levi yang bertubuh mungil makin terlihat seperti bocah taman kanak-kanak sekarang. Bedanya, Levi terlihat menikmati hantaman penis Azazel menghancurkan rahimnya puluhan kali.
“Aku tidak tahu kalau kalian saling cinta, tapi maaf Ades tidak mau menantu pengawas pedofil sepertimu yang punya fetis kelewat aneh. Jadi berhenti, dan biarkan aku menyelesaikan kontrakku dengan tuan Beaumont.”
“Cinta? Helel, kau dengar omonganmu tadi? Terlalu lama berperan sebagai manusia sekarang... benar-benar membuatmu lupa alasan pertama kau menyulut perang di Surga? Demi mencintai tanah lempung bau busuk ini?! Yang benar saja!”
Azazel mengakhiri sesi intimnya dengan meremukkan kaki Levi, dan melempar putri kecil binal kami ke tiang. Tubuh Levi kembali meregenerasi, sembuh tanpa luka. Tapi karena ia belum selesai mendapat pembuahan dari Azazel, ia merangkak kebingungan, mengalihkan sasaran pada Mona kakaknya. Mereka bergumul, awalnya Mona tidak mau, karena ia sibuk mencacah mayat Nephilim dan memakan dagingnya. Tapi Levi pandai membuat Mona mengalihkan nafsu membunuhnya menjadi nafsu seksual. Kedua putriku kini jadi kelewat akur, karena mereka bercumbuan, saling menggesek vaginanya, berusaha menyumpal kekosongan dalam tubuh mereka dengan benda tumpul di sekitar mereka, sarung pedang Mona, gagang belati-belatinya yang berserakan dan desah lolongan tak manusiawi. Keduanya jatuh dalam insting sebagai primata buas, binatang liar, kehilangan seluruh akalnya, dan tiap gerak tubuh adalah ingatan otot semata. Dibawa kembali ke kastel sekarang pun, keduanya hanya bisa menjadi peliharaan rendahan yang tidak berguna. Yuriko tidak ingin kaki tangan baru, dan jujur rekam jejak kedua putriku terbaik di bursa pembunuh bayaran dekade ini.
“Kau baru saja membuat kemungkinan Ades menceraikanku naik dari lima puluh ke tujuh puluh persen Azazel. Aku tidak suka. Ades adalah milikku, dan milik istriku adalah hal yang juga kujaga. Malaikat pengawas bodoh, tahu diri sedikit berhadapan dengan siapa kau sekarang.”
***
✦ Azazel
Ia kembali menyebut nama lempung busuk jalang itu dari mulutnya. Penyakit yang membuat bintang paling terang di panggung dunia ini, aktor idolaku, panutanku, cahaya yang begitu sempurna saat mengobarkan perang dan menjadi raja alam bawah, jatuh begitu hina. Fisiknya masih iblis, jiwanya masih iblis, ia masih memegang mahkota penguasa Neraka, tapi tingkahnya tidak jauh beda dengan lempung-lempung tercinta Ilahi. Helelku, sekarang hanyalah seorang Feruci, kepala dari keluarga pembunuh bayaran yang ingin menyelamatkan dua putrinya.
“Aku dulu memujamu.” Kami saling serang, walau tidak ada keseimbangan dalam duel satu lawan satu ini. di tanah kudus St.Nikolai, kekuatanku berkali lipat dibanding seorang Feruci.
“Aku dulu merindu tiap inkarnasimu.” Mata biru tuanya terbelalak kaget saat tombakku dengan mudah menikamnya, mengoyak dan melempar ia sembarangan ke lantai marmer.
“Aku dulu begitu senang melihat lakon yang kau perankan di bumi.” Belum sempat ia bangkit, kutikam perutnya, memasung ia di lantai dengan tombakku sebagai pakunya.
“...tapi tidak sebagai Feruci. Kenapa? Karena kau tidak sedang berperan.” Kubisikkan kekecewaanku pada telinganya, nada yang keluar dari bibirku penuh emosi, kesedihan dan amarah. “Helel, dulu kau tidak mau bersujud di kaki lempung ini. Sekarang, tidak hanya bersujud, kau memuja dan menginginkan mereka. Kau...sudah tidak pantas berada di panggung sebagai bintang fajar.”
Kucumbui bibirnya yang tersedak darah, ia ingin mengumpat, tapi dengan kekuatan yang terus tergerus tanah kudus St.Nikolai, ia benar-benar menjadi manusia sekarang. Feruci malang~Helelku sayang~
“Iblis berada di tanah kudus akan dibakar hingga kembali ke ketiadaan. Dengan atau tanpa persetujuanmu Feruci, akan kuambil takhta penguasa Neraka.”
Kemenangan mutlak yang kuperolehi membuat euforiaku tak tertahan lagi. Tawaku menggelegar bersama petir dan badai, bersama dengan api putih anathema menyala, menyelimuti tubuh Feruci di lantai.
“Jika aku tidak bisa melihat lakon menakjubkanmu lagi, Helelku tersayang, maka akan kugantikan peranmu sebagai satu-satunya cara menghormati keindahanmu sebagai penguasa gelap. Takhtamu adalah takhtaku seka—ARGHH! Sayapku-sayapku!!”
Sayapku terbakar api biru Feruci. Lidah apinya memadat menjadi kristal panas, menghunjam tiap mata di sayap malaikat pengawasku.
“Ini hallowed ground, tanah kudus, tanah suci dengan relik santo yang menjadi gerbang penghubung surga—tidak mungkin iblis bisa—“
Lolongan jiwa-jiwa terkutuk memecah bersama angin. Jiwa gadis-gadis yang tak menemukan jalan ke alam baka, mencakar-cakar tembok pagar St.Nikolai penuh amarah dan dendam. Salah satu mata di sayapku menangkap dua pria tengah melempar tulang belulang jenazah ke tembok, tiap satu jenazah terhempas, roh penuh dendam merangkak masuk, menodai kesucian tanah ini.
“B—BEAUMONT—BEAUMONT BAJINGAN!” Harusnya kubunuh saja kakak tidak tahu malu ini. Rencanaku mengambil alih takhta Neraka, hancur lebur hanya dengan tekadnya membalas dendam hingga titik darah penghabisan. Pria gila ini nekat mengikuti seluruh saran dari anak keluarga Feruci, asal Ephraim menelan pil pahit karma. Lempung busuk, lempung biadab, pengacau tatanan taman Edenku! Belum selesai amarahku meledak, pandanganku kembali pada bintang fajarku terkasih, yang kini kembali bangkit.
“Ada tiga hal yang menjadi kegagalan kudetamu Azazel.” Feruci membalik api putih yang menyelimutinya menjadi biru pekat, dan dari balik asap abu-abu kelam, ia bangkit, mencabut tombakku dengan mudah, dan luka menganga di perutnya kembali utuh. “Satu, kau lupa bahwa lempung-lempung kotor ini, makhluk yang memiliki kapasitas tujuh dosa besar dan tujuh kebaikan besar setara. Seperti kecoak, tekat mereka akan satu hal susah dihancurkan. Dua, aku masih memegang otoritas absolut di Neraka dan tiga, kau benar, aku sama sekali tidak berakting sebagai seorang Feruci.”
***
✦ Feruci
Aku telah menarik langit dan Surga sebagai permadani.Aku telah membangun singgasana di atas bintang-bintang.Aku telah dimahkotai sebagai penakluk bangsa-bangsa.Aku adalah fajar, aku adalah senja.Lihat dengan mata kepalamu wahai pengawas semesta,Bersujudlah! Merataplah! Berbahagialah!Kulepas belenggu kekuatanku, menyerap kutukan dari jiwa para gadis yang tak mampu menyeberang ke alam baka, sayap-sayap hitamku mengembang sempurna. Petir dan badai di luar St.Nikolai berbalik dalam kendaliku. Otoritas dunia ini terhubung dengan dunia bawah, Neraka tempatku menjadi raja, memiliki kekuatan penuh pada tanah-tanah terkutuk. Azazel yang sekarang tidak lebih dari seekor ngengat terperangkap cahaya lampu, dan terbang menuju kematiannya.
“Jika aku mati, kedua putrimu ikut mati Feruci.”
“Oh soal dua anaku itu ya, kupikir Ades pasti lebih mau memaafkanku kalau keduanya mati dan menjadi iblis tingkat tengah yang mampu kembali ke wujud manusianya sebagai dua putri kami. Jadi, mau sehancur apa wujud fisiknya sekarang, asal tanah kudus ini terbalik menjadi tanah kutukan, aku tetap bisa membawa mereka pulang.”
Pertarungan kami bagai dua badai berebut jalur, menghempas, mematikan, penuh petir dan bara api. Kepakan sayap dan teriakan Azazel bercampur tawa, sorot mata sang pengawas dunia terlihat dalam ekstasi tinggi, kemarahannya bercampur rasa bahagia karena memaksaku menggunakan wujud malaikat setara dengannya. Ia terus menggumam pas de deux, baginya pukulanku adalah tanda cinta, tanda ia akhirnya memperoleh impiannya melihatku kembali ke jalur yang benar sebagai iblis. Bukan pecinta tanah lempung si Feruci, tapi pangeran fajar, penjaga bait Illahi dan malaikat terjatuh yang menjadi raja di dunia bawah.
“Ada kata-kata terakhir sebelum aku membakarmu habis?”
“A..ah...aku...ereksiku hebat. Pukul aku lagi Helel. Bintangku...ah-kalau sayapku dicabut Helel yang sekarang, aku ah-ah-ah-- bisa ejakulasi dahsyat.”
Harusnya kubakar saja tanpa menanyakan perasaannya. Aku akan mandi mawar, membooking 1 spa VVIP di tengah kota bersama Ades, dan memastikan tidak ada satu butir partikel tubuh Azazel yang menempel. Mau setan kek, malaikat kek, manusia kek, aroma para homewrecker ini sama-sama ngeselin mampus.
***
✦ Jean Pierre Beaumont
Feruci bilang, dia akan menuntaskan dendamku. Tapi yang kuperoleh lebih dari sekedar pembalasan dendam. Tiga hari lalu, aku seperti berada di tengah sebuah panggung film horor aksi. Tiga hari lalu, aku menggali seluruh tanah belakang sekolah terkutuk itu, menyaksikan dengan mata kepala dan kaki gemetar bagaimana roh bermanifestasi. Termasuk roh Eleana. Gore membantuku dengan jebakan maut sebagai perisai mencegah para nephilim, monster yang lahir dari benih Ephraim-bukan, Azazel, bersama gadis-gadis St.Nikolai, menyerangku. Ledakan terakhir yang memberangus tempat terakhir Eleana terbelenggu dendam, adalah api berwarna biru tua, sepekat warna tinta yang tumpah ke kertas putih. Api itu begitu panas, walau Gore membawaku kembali dengan kecepatan penuh motornya, kendaraan kami terlempar enam meter, terperosok ke jurang, dan hanya dengan keberuntungan sebagai ‘klien’ dan anak dari Feruci yang membuatku masih bisa bernafas sekarang.
Sayang, dunia luar, dunia yang tidak dapat memberi Eleana keadilan, berkata lain. Sebagai Ephraim, ia tetap pahlawan. Kematiannya duka seluruh negeri. Sudah tiga hari, dan berita di televisi maupun media cetak masih memerah kesedihan tragedi ledakan dan kebakaran St.Nikolai sebagai headline.

Dulu, aku bisa membakar habis berita kebaikan Ephraim untuk melampiaskan emosi. Sekarang amarah itu menguap bersama hancurnya St.Nikolai bersama para penghuni jahanamnya. Kupotong lagi berita utama dalam koran pagi ini, menempelnya dalam jurnal usangku, beserta seluruh pencarian kebenaran selama tiga tahun. Orang yang menemukan dan membacanya akan terkejut, entah mengira penulis jurnal ini mabuk meth, atau sedang berada dalam tingkat sakit jiwa akut, karena isinya seratus persen penuh khayalan. Warisan Ephraim adalah sebagai pahlawan, warisanku buku jurnal berisi kisah orang gila yang hanya akan menjadi legenda urban di website anak-anak okultis. Kupandangi foto Eleana untuk terakhir kali, dan meletakkan jurnalku di laci hostel. Klub Omnia Feruci buka jam sepuluh. Pembayaran untuk misi yang kuberikan pada Feruci harus dibayar tuntas malam ini.
***
“Aku punya dua kabar. Buruk dan sangat buruk. Sebagai klienku, kau berhak memilih mau dengar yang mana dulu.” Feruci menyambutku dengan baju semi formal di klub Omnia. Tanpa jas panjang hitam, hanya kemeja putih tulang, celana hitam, dan wangi parfum mawar cendana yang agak kelewat menyengat.
“Tidak ada kabar baiknya?” humorku padanya. “Tuan Beaumont, kau sudah melewati fase kabar baik sejak tiga tahun lalu kan.” Feruci menyodorkan sepotong blueberry cheese cake dengan selai yang melimpah, whipped cream cantik dan topping berry segar di atas puncak krimnya. “Ini hadiah dari istriku karena kau membantuku membawa kembali dua gadis nakal kami kembali selamat. Tanpa kenekatanmu melempar seluruh sisa jenazah kemarin, tidak hanya misi ini gagal, aku juga akan menjadi pria menyedihkan yang harus datang ke sidang pengadilan karena Ades menceraikanku.”
“Selai kue ini...bukan blueberry biasa ya, dari ivy berry?” Feruci mengangguk. “Kalau begitu kabar sangat buruknya dulu.” Tantangku. Toh sebentar lagi aku menyerahkan nyawaku pada Feruci. “Aku berhasil membunuh Ephraim, tapi tidak dengan Azazel. Membunuhnya berarti menghancurkan separuh bukit Arundel dan aku tidak ingin menarik pihak-pihak lain dalam perseteruan ini. Ia tidak berada di bumi sih, untuk seratus dua ratus tahun lagi, Azazel hanya bisa menambal sulam sayap gosongnya di sudut gelap Neraka.”
Kuremas garpu kue menahan gejolak amarah. “Lantas, berita buruknya?” Senyum Feruci menjadi seringai, “Entah ini buruk untukmu atau Azazel tapi, saat kau mati nanti, jiwamu akan langsung terantai di neraka sama dengan Azazel. Kau bisa memukulnya sepuasmu, tapi dengan—“
Kutelan bulat-bulat kue buatan Ades, tubuhku kebas seketika, pandanganku gelap, dan nafasku semakin sesak. “Asal bisa memukulnya hingga akhir waktu, itu bukan berita buruk bagiku.”
***
✦ Feruci
“Kenapa sih manusia suka tidak mendengar omongan dan membaca tutorial sampai habis.” Kuhembuskan nafasku sekali lagi, saat melihat Jean Pierre Beaumont tewas di lantai klub kami. “Kau memang akan dibawa ke neraka tuan Beaumont, tapi bukan sebagai iblis, hanya roh kelewat penuh kutukan. Tinjumu hanya terasa seperti tiupan angin pada Azazel di neraka nanti. Kecuali lho ya, kecuali, kau bisa merangkak naik menjadi iblis,”
Kucoba mengguncang pundaknya, tapi inspektur ini sudah tewas bahagia mendengar kabar ia bisa menghantam Azazel sampai mampus berkali-kali di neraka. “Satu klien puas dan satu pundi-pundi jiwa gelap terisi. Senang berbisnis dengan Anda tuan Beaumont. Au Revoir~”

Epilog
“Untukmu puan beracunku yang maha sempurna. Aku tidak pernah mengenakan topeng.”
Kami mengakhiri malam indah ini dengan cumbuan mesra dan penuh gairah di kastel. Bibirku memanggil namanya dalam desah, dalam tiap ciuman yang bertaut, dalam nafas yang saling tercuri. Rambut maharaniku bagai kelopak lavender, ungu tua, terurai, menutupi lekuk tubuh indah dan mematikannya, tubuh tanpa cela, yang kini basah oleh keringat dan kenikmatan ragawi.
Ia terkekeh mendengar pengakuanku. “Apakah dengan mengaku jatuh cinta pada tanah lempung ini akan membuatmu mendapat perlakuan spesial, tuan malaikat kegelapan?”
“Dengan segala hal yang kulakukan tiga hari lalu, harusnya lebih dari sekedar perlakuan spesial kan? Levi dan Mona menjadi dua iblis baru di rumah ini, mereka lebih mematikan, lebih cantik, lebih memerangkap mangsa dibanding saat masih menjadi manusia-“ Rayukanku terhenti saat jari lentik Ades menyentuh kepala penisku. “Sungguh iblis yang tamak~ kita baru saja menghabiskan stok kondom di kastel ini dan kau sudah bangun lagi hanya dengan cumbuan kecil.”
Tentu saja, di hadapan keindahan yang mampu membuatku, penguasa absolut dari dunia bawah rela berkelahi dengan perwakilan dunia atas, aku akan menjadi sangat tamak. Ades, puan segala racunku, ia milikku seorang. Yuriko yang ini, tak akan kubiarkan disentuh sembarangan, mau itu malaikat maupun penenun roda takdir. Hanya aku yang boleh melihatnya tenggelam dalam kenikmatan duniawi, hanya aku yang boleh mencumbu tiap jengkal kulitnya, menjilat tiap peluh dan cairan orgasmenya, memiliki tubuh, jiwa dan cintanya.
“Masih ingin tewas di tanganku Feruci?”
“Jika kau terus menggodaku dengan tiap jengkal tubuh dan suara merdumu, mi amor, aku bisa masuk berita tewas karena terlalu lama bercinta dengan istrinya di headline koran pagi.”
Kali ini Ades tertawa terbahak-bahak, hilang sudah keinginan bercumbu sampai fajar. Ades menyandarkan kepalanya di dadaku, dan memejamkan matanya. “Lelucon tadi lucu, jadi sebagai istri yang baik dan berbakti, aku akan menghentikan ini sebelum suamiku terkena serangan jantung. Karena denganmu Feruci, aku juga tidak pernah mengenakan topengku.”
All Things Tempered by The Sun - Tamat
========================================================
Pojok Author
Halo, dengan Melty_Eruru di sini. Terima kasih pada patron saya tersayang Tri Sepdian yang sudah memercayakan anak-anak manisnya diasuh tante selama beberapa waktu.
Jujur cerita ini merupakan salah satu yang memiliki tantangan cukup besar dalam penulisannya, karena biodata yang diberikan adalah Feruci sekeluarga adalah orang-orang yang hidup di jalan pedang, jalan hitam dan memang sangat jahat. Tapi, apa mereka benar-benar jahat dalam satu dimensi? Kayaknya enggak. Dari biodatanya saja sudah menarik karena background masing-masing anggota keluarga ini punya potensi jargon “bahkan kejahatan juga punya standarnya.” Karena itu saya ingin sekali menulis mereka tetap keluarga jahat tapi memiliki prinsip atas kejahatannya sendiri. Semacam Suicide Squad kalau di DC begitu hehe. Fighting evil with evil.
Selama menulis ini ada beberapa referensi yang saya pakai untuk mengembangkan plot:
1. Judul All things tempered by the sun (Omnia Sol Temperat) berasal dari Carmina Burana, puisi yang ditulis pada abad ke 11-12 Masehi, dan ditulis ulang menjadi lagu-lagu seriosa pada seni pertunjukan panggung pada tahun 1937. Yang paling terkenal adalah O Fortuna! Tapi Omnia Sol Temperat ini saya rasa paling pas mewakili perasaan Feruci yang terus berhubungan dengan lingkaran takdir dalam kematian dan kelahiran kembali ke dunia. Mengatakan bosan dengan segala hal di atas maupun dunia bawah, tetapi di sisi lain, memegang teguh cinta yang begitu kuat dan penuh dedikasi pada Ades. Tema pertunjukan panggung menjadi fokus cerita ini karena baik Feruci, Ephraim, Levi, Mona maupun Beaumont, semuanya memiliki topeng dan peran serta tujuan berbeda-beda di atas panggung St. Nikolai.
· Lirik Omnia Sol temperat:
· Link youtube Omnia Sol Temperat:
2. Pas de deux adalah tari balet yang dilakukan dua orang, biasanya ganda campuran (alias penari perempuan dan laki-laki). Lakon pas de deux banyak, tapi yang terkenal adalah swan lake, dan the nutcracker. Saya memilih the Nutcracker karena Azazel ingin menyindir Levi yang dalam hal ini digambarkan sebagai sugarplum fairy, entitas yang digambarkan baik hati, dipercaya anak-anak karena membawa banyak permen dan hal manis, tapi menjebak dalam kepolosannya.
3. Klub Feruci diberi nama Omnia dari Omnia Sol temperat, dan juga berarti “Segala hal” merujuk pada Feruci bisa memenuhi segala keinginan kliennya, dengan harga yang seimbang dengan permintaan mereka tentunya.
4. Azazel dalam demonology dan teologi sama-sama digambarkan pengagum setia Lucifer. Karena ini juga, main villain yang saya pakai adalah Azazel, karena dia memang dari lore asli, sudah wotain Luci sampai ke level ditendang dari pengawas menjadi iblis.
Sekian dari saya, semoga hasilnya memuaskan juga hehehe. Selamat menikmati, dan semoga gacha Tri selalu wangy wangy dan sehat selalu ~
Lumajang, 01 Desember 2024
Melty Eruru
Story commission written by Melty Eruru

Comments