top of page

Chapter 12 : Deal

  • Writer: Tri
    Tri
  • Dec 11, 2020
  • 3 min read

Updated: Jul 27, 2024


Malam itu juga Zero kembali ke tempat Kannon.

Berbeda dengan biasanya, kini ada tiga orang yang menyambutnya.


“Kami tahu kau akan setuju, jadi langsung saja kukenalkan dengan dua orang lain yang juga akan membuat janji denganmu ya.” Ujar Kannon yang biasa menyambutnya.


“Tunggu, aku membuat janji dengan tiga Kannon?” Tanya Zero.


“Tentu saja, permintaanmu menarik, siapapun akan ingin bertransaksi denganmu.”


“Apa itu akan mempengaruhi bayarannya?”


“Tetap sama, hanya ada tiga tandatangan, atau semacam itu.”


“Perkenalkan, aku Senju.” Seorang pria gimbal dengan banyak tindik diwajahnya memperkenalkan dirinya pada Zero.


“Dia yang akan mengurus perjanjian selama hostmu menjadi arwah gentayangan.” Sahut pria berkacamata emas, Kannon yang selama ini bicara dengannya.


“Aku Juntei, aku yang mengurus tubuh hostmu kembali menjadi manusia.” Pria bertopi merah muda bicara sembari mengulurkan tangannya. Zero tidak membalas uluran tangan itu, dia hanya melirik ke satu orang tersisa yang belum dia kenal. Pria yang biasa menyambutnya, si pria berkacamata emas.


“Oh? Haha, aku belum memperkenalkan diri ya? Aku Juichimen. Aku yang akan memegang perjanjian selama kau menggunakan kekuatan kami.”



“Bukankah aku hanya membutuhkan perjanjian denganmu saja?” Tanya Zero bingung. Dia masih tak mengerti kenapa harus ada tiga perjanjian.


“Tidak tidak, kau memang hanya berurusan denganku, tapi hostmu akan berurusan dengan mereka berdua.”


“Bahkan arwah gentayangan membutuhkan pengawasan.” Ucap Senju sambil berusaha menyalakan rokok dimulutnya.


“Kau tahu, tiap mahluk harus memiliki status tertentu, entah dia manusia atau hantu atau yang lainnya. Selama terikat perjanjian, tugas kami adalah mengurus semua itu.” Juntei menambahkan.


Dengan kata lain, [Redacted] dan Zero akan berada dibawah kuasa mereka. Sungguh licik.


Namun apalah yang bisa Zero lakukan? Dia tak punya pilihan lain, tidak setelah sejauh ini.

“Baiklah. Aku setuju.” Ujar Zero. “Namun... bila hostku mati, ikatanku sebagai malaikat akan terputus dengannya. Apakah aku bisa tetap terikat dengan jiwanya?” Tanya Zero.


Malaikat terikat dengan manusia yang memiliki jiwa dan tubuh. Apabila manusia kehilangan tubuhnya, putus juga ikatannya dengan malaikat.


“Ah, iya, malaikat dengan birokrasi rumitnya!” Juichimen mengeluh.


“Bagaimana kalau kau menjadi pelayannya? Seperti jin, kau akan dapat mengabulkan permintaan tuanmu.” Juichimen memberikan saran yang seolah membaca pikiran Zero.


“Bayarannya?” Tanya Zero to the point.


“Perjanjianmu akan berada dibawah naungan kami.” Ujar Juichimen.


Sangat cerdik. Mereka mencoba mengatur Zero dalam kendali mereka. Zero sadar persis akan hal ini.


“Kami juga akan meminjamkan kekuatan untuk mengabulkan apapun permintaan tuanmu loh.” Bujuk Juichimen.


“Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Zero, tidak mungkin mereka akan meminjamkan kekuatan cuma-cuma.


“Kau tidak akan bisa lagi berbohong pada kami. Apapun yang kami tanyakan, kau akan menjawab dengan jujur.”


Sekarang terlihat bagaimana para Kannon ini berusaha menjadikan Zero mata-mata untuk mereka.


“Ku harap kau tidak banyak tanya kepadaku.” Ucap Zero.


“Kami tidak akan bertanya apapun yang aneh di 3 tahun pertama hidup barumu.”


Berarti setidaknya mereka dapat 3 tahun untuk hidup bersama. Terlihat cukup baik bagi Zero yang ingin segera membawa hostnya kepada kehidupan baru.


“Ok, ini adalah perjanjian pribadi antara aku dan kalian?” Zero mengkonfirmasi.

Juichimen mengangguk.



“Deal.” Sambil tersenyum, Juichimen mengulurkan tangannya.


Disaat Zero akan membalas uluran tangannya, dengan cepat Juichimen memegang pergelangan tangan Zero. Kaget, Zero berusaha melepas tangan itu.


“Jangan dilepas, aku sedang memberi tanda padamu.” Perintah Juichimen.


“Tanda?”

Sesaat kemudian Juichimen melepaskan tangan Zero, menyisakan sebuah tanda berbentuk bunga lotus dibawah telapak tangannya.


“Itu tandanya kau terikat perjanjian dengan kami.” Ujar Juichimen. “Kami akan memberikan tanda pada hostmu pada waktunya. Sekarang dia masih manusia biasa kan?”


Zero mengangguk. “Lalu bagaimana dengan perjanjianku? ”


“Ya, akan aktif setelah host mu bangkit di tubuh baru.”

Juichimen membuat gestur mempersilahkan Zero ke pintu keluar.


Zero membalik badannya pulang. Sekarang perjanjian sudah mereka buat, saatnya masuk ke langkah selanjutnya, kematian [Redacted].




Comments


© Copyright

 © Akuma39

bottom of page