top of page

Chapter 18 : Namanya Cube

  • Writer: Tri
    Tri
  • Dec 5, 2020
  • 3 min read

Updated: Jan 28, 2025

Mengerjakan pekerjaan sendirian tidak membuat Delta lelah, dia menganggap pekerjaannya sebagai hobi. Lagipula, 16 jam dalam sehari kakaknya akan tertidur, Zero juga sibuk menangani client diluar, Delta tak punya kegiatan lain selain duduk di depan komputer.


Sega semakin terkenal, dia semakin sibuk dengan berbagai permintaan aneh, hingga muncul satu kasus tentang seorang client.


Client nomor 393, seorang pria berkulit gelap dengan rambut magenta. Sesuai kesepakatan, Zero menemui clientnya itu disalah satu kafe yang sudah dijanjikan. Kini mereka duduk berhadapan, memesan minuman dan memulai percakapan.


“Kau mengirim email pada kami, berkata bahwa kau hanya ingin bertemu salah satu anggota Sega, apa sebenarnya maumu?” Tanya Zero langsung ke intinya.


“Aku ingin tahu seperti apa wajah anggota organisasi kelompok hacker yang sedang terkenal.”


“Kami bukan hacker.”

“Omong kosong. Darimana kau dapat data-data rahasia itu kalau kau bukan hacker?”

“Ooh, jadi kau penyusup yang sering mencoba masuk ke jaringan kami akhir-akhir ini? Salah satu anggotaku pernah bicara tentangmu, kupikir kau hanya script kiddie.”


Zero mengingat kembali saat Delta berkata ada seseorang yang berkali-kali mencoba masuk ke jaringan Sega beberapa waktu lalu, jadi ini orangnya? “Lalu apa? Kau mau menangkap kami?”


“Justru sebaliknya, aku tertarik dengan kalian.”


“…” Zero terdiam, mencoba membaca alur pikiran orang didepannya.


“Ini masalah personal, aku ingin tahu bagaimana cara kalian bekerja. Kalau aku berusaha memata-matai kalian, aku tak akan mengajakmu bertemu empat mata.” Lanjut si client.


“Yakinkan aku.” Zero menantangnya secara gamblang.

“Kau mau apa? Kau ingin aku mengubah isi siaran tv yang ada disitu dengan video porno?” Tawar pria tadi sambil menunjuk ke salah satu videotron besar dipinggir jalan.


“Aku tidak meragukan kemampuanmu, yakinkan aku bahwa kau orang yang tepat.”

Pria tadi terdiam menatap O, entah dia tak mengerti maksudnya atau dia sedang berpikir. Tiba-tiba…


“Cube~ Sugar~ kau ada disini? Ini hari libur, kenapa kau tidak segera pulang kerumah?” Seorang perempuan remaja berambut pink mendekati pria tadi.


“Siapa anak ini? pacarnya?” Tanya Zero dalam hati.


“Ibu?! Kenapa ada disini?” Tanya pria tadi ke anak perempuan.


“Hah? Ibu? Anak remaja ini ibunya?! Apa mungkin mereka berpacaran dengan panggilan ayah-ibu? Ya! Pasti itu!” Pikir Zero tanpa melepaskan pandangan pada pasangan aneh didepannya.


“Habis~ kau tidak pulang kerumah~” Jawabnya dengan manja.

“Kan sudah kubilang aku akan pulang sore nanti.” Pria tadi beralasan. Imej pria tadi yang terkesan seram dan sangar seketika berubah seperti anak mama.


“Lalu kau sedang apa disini?” Tanya ibu(?) nya.


“Hanya sedang berbincang.” Jawab pria tadi. Perempuan itu menoleh pada Zero, menyadari ada sesuatu yang aneh padanya.


“Mau apa dia denganmu?” Nada perempuan itu berubah serius, pandangannya tetap tak lepas dari Circle.


“Dia anggota kelompok hacker yang pernah aku ceritakan.” Jelas pria tadi.


“Perlihatkan pergelangan tangan kananmu.” Perintah perempuan itu. Perintah yang membuat Zero dan pria tadi kaget, tapi Zero tetap mematuhinya. Dia tahu perempuan itu tahu sesuatu. Zero menyingkap kaos lengan panjangnya, memperlihatkan tanda bunga lotus dibawah telapak tangannya. Tanda yang artinya hanya diketahui oleh orang-orang yang terlibat dengan Konnan. Kalau pasangan ini mengetahuinya, berarti mereka juga terlibat dengan Konnan.


Pria tadi melakukan hal yang sama, dia memperlihatkan tanda dua buah kelopak bunga lotus dibawah telapaknya.


“Aku mengerti sekarang kau dapat data-data itu darimana.” Ucap pria tadi.


“Bukan, bukan karena apapun yang terlibat dengan tanda ini.” Balas Zero.


“Kau tidak akan melukai anakku kan?” Tanya perempuan tadi, masih menatap tajam pada Zero.


“Tentu tidak, aku malah ingin dia bergabung dengan timku.” Tanpa berbicara pada Cross terlebih dahulu, Zero segera mengambil keputusan. Kapan lagi kau akan mendapatkan seorang ahli IT yang berbagi nasib sebagai budak Kannon yang sama? Ini kesempatan emas.


“Kau serius?!” Tanya pria tadi.


“Ya, kalau kau mau, kita bisa langsung ikut bersamaku ke markas kami sekarang juga.”


“Tak masalah.”


“Aku ikut.” Ucap si perempuan. “Aku tidak bisa memberikan anakku pada siapapun.”


“Bekerja bersama bukan berarti aku akan mengambil anakmu juga bu.” Gumam Zero dalam hati.


“Baiklah, tapi kurasa lebih baik kau mengubah wujudmu. Anggota timku trauma dengan perempuan.” Kata Zero mengingat masa lalu Cross dan Delta.


“Oke.” Perempuan tadi menerima persyaratan yang Zero berikan. “Aku akan mengikuti kalian nanti. Jaga dirimu baik-baik Cube.” Ucap perempuan tadi sambil keluar dari kafe.


Pria tadi hanya mengangguk, membiarkan perempuan tadi pergi begitu saja.


“Dia benar ibumu atau bagaimana sih?” Tanya Zero sambil menghirup aroma kopinya.


“Itu tidak penting.”


“Dia belum seterbuka itu rupanya.” Pikir Zero. ”Well, kalau dia sudah menjadi anggota, kami punya lebih banyak waktu untuk saling mengenal.”


Mereka berdua bangkit, berjalan menuju Console.




Comments


© Copyright

 © Akuma39

bottom of page