top of page

Serum Jatuh Cinta

  • AmiiChan
  • Oct 21, 2016
  • 4 min read

Updated: Jan 9, 2025

"Ada pekerjaan baru... eh... mencari informasi yang berguna agar klien bisa menjadi pacar gadis idamannya? Ah ini mudah sekali..." Delta tertawa.


"Eh tapi ngomong-ngomong, Cube, kenapa sih semua orang kelihatannya jadi gila kalau sedang jatuh cinta? Memang seperti apa rasanya jatuh cinta?"


"Mana aku tahu! Sudahlah diam saja dan kerjakan pekerjaanmu! Jangan berisik!" Cube menjawab dingin tanpa menoleh dari layar laptopnya.


​"Cinta itu merepotkan, dan hanya akan menghalangi pekerjaan kita!"


"Bilang saja kau tidak pernah jatuh cinta!" Delta berkata kesal. "Percuma aku tanya padamu. Toh kamu juga bujang lapuk pengidap mother complex yang tidak pernah berurusan dengan wanita! Bwek!"

"Eh apa katamu anak ingusan bau kencur?!" Cube bangkit dari kursinya dengan marah. "Kamu itu lebih parah dariku tahu!"


"Aku kan masih muda dan tidak pernah keluar! Sedangkan kau? Sudah tua dan kerja di tempat bagus juga hingga sekarang masih tidak laku!"


"Anak kurang ajar!” Kuhajar kau-“


"Paket- eh? Apa yang kalian lakukan?" Perseteruan mereka dipotong oleh kedatangan Zero yang memakai baju maid?! Kali ini sambil membawa... botol-botol kaca berbagai ukuran berisi cairan warna-warni?


"Delta menggangguku dengan ocehan tidak jelas kekanakan miliknya." Cube menjawab dengan kesal sembari kembali duduk di kursinya dan lanjut bekerja.


"Ini bukan salahku! Cube menjadi perjaka tua penggerutu yang tidak mau menjawab pertanyaanku! Tapi, apa itu yang kau bawa?" Delta mengamati botol-botol itu dengan wajah penasaran.


"Memang apa yang kau tanyakan?" Tanya Zero.


"Seperti apa rasa jatuh cinta?"


"Wah... Delta sudah mulai puber ya?" Zero tertawa.


Delta menatap Zero dengan marah.


​"Kau belum menjawab pertanyaanku, apa ini?"


"Oh? Ini? Ini semua adalah berbagai macam serum yang akan kita berikan pada salah seorang klien." jawab Zero.

"Eh... apa gunanya?"


​"Gunanya? Macam-macam! Ada yang bisa untuk membunuh orang, menghapus memori orang, membuat orang sakit, bahkan yang ini," Zero memegang serum berwarna pink pucat "bisa memicu hormon-hormon dalam tubuh manusia dan membuat mereka seolah-oleh sedang jatuh cinta, padahal tidak. Kau mau mencobanya?"


"He... menarik sekali... kira-kira apa yang akan terjadi jika aku menggunakannya?"


"Semua serum ini sangat efektif lo! Serum-serum ini dibuat oleh para ahli kimia paling jago di dunia, dan sudah diuji coba dengan sukses ke subjek-subjek eksperimen merek. Eh? Apa tadi aku bilang subjek bukan objek? Hahaha..." Zero tertawa tanpa beban.


"Ramai sekali ya... ada apa ribut sekali?" tiba-tiba Cross  muncul dari arah kamar dengan wajah mengantuknya yang biasa. "Panas sekali di sini..." 


"Aku datang membawa serum-serum ini, tapi aku malah melihat Delta dan Cube hampir berkelahi tadi" jelas Zero.


"Oh? Kalian berkelahi? Memang apa lagi masalahnya?" Cross  menoleh pada ​Delta.


"Delta sedang dalam masa-masa pubertas, ia menggangguku dengan pertanyaan-pertanyaan bodoh kemudian menginaku!" Cube menggerutu.


"Apa itu benar Delta? Memang apa yang kau tanyakan?"


"Bagaimana rasanya jatuh cinta?" tanya Delta dengan bersemangat pada Cross. 


"Hmm... entahlah..." jawab Cross  dengan ragu.


"Apakah kakak pernah jatuh cinta?" tanya Delta memaksa.


"Hahaha... jangankan jatuh cinta, cinta seperti apa saja kita tidak pernah merasakan mengingat..." Cross  berkata dalam hati.


"Hey! Kak! Jawab aku!" Delta berkata kesal.


"Anak kecil diam saja dan lakukan tugasmu!" Cross  berkata sambil menyentil dahi Delta.


"Ouch! Kak!" Delta dengan cepat mengusap-usap dahinya yang terasa sangat sakit sambil merengut. "Sakit tahu! Aku kan tanya karena pekerjaan juga!"


"Sudahlah... toh biasanya kamu juga mengerjakan tugas semacam ini tanpa banyak tanya... atau jangan-jangan skillmu berkurang?" goda Zero.


"Kalian semua mengesalkan sekali! Aku tidak kehilangan kemampuanku! Aku masih tetap hebat!" Delta berkata marah. 


"Atau kau memang sedang dalam masa pubertas?" tanya Cross.


"AAAARRRGGGHHHH!!!" Delta berteriak dengan kesal. "Baik! Kalau begitu beri aku serummu itu Zero! Aku akan rasakan sendiri bagaimana itu jatuh cinta!"


"Kau yakin? Efeknya kuat sekali loh! Apa kau mengijinkannya?" tanya Zero pada Cross.

X diam sejenak. Berpikir.


"Ok silahkan saja." Cross  menjawab sambil tersenyum.


"Benar! Asyik! Nah Zero, cepat berikan padaku!" Delta mengulurkan tangan dengan tidak sabar.


"Baik kalau kau memaksa, tapi aku tidak tanggung jawab atas efeknya ya." Zero menyerahkan serum pink pucat pada Delta.


"Asik! Jadi, bagaimana cara menggunakannya?" Tanya Delta.


"Minum saja." Jawab Zero.


Glek. Delta menghabiskannya dalam satu tegukan. "Hm... rasa ceri!" Komentar Delta.


"Jadi... bagaimana? Apa yang kau rasakan?" Tanya Zero.


"Entahlah... biasa saja... aku tidak merasakan perubahan apapun." Jawab Delta.


"Aneh... aku tahu serum ini ampuh... baik... tunggu saja lah..." kata Zero.


"Kau sudah puas Delta? Sekarang kembali bekerja! Aku akan kembali tidur." Kata Cross.


"Baiklah..." jawab Delta riang.


"Aku juga akan pergi kalau begitu. Ini Cross, simpan serum-serum ini." Kata Zero menyerahkan sisanya. "Aku pergi dulu! Sampai jumpa!" Setelah itu Cross  kembali ke kamarnya.


10 menit berlalu. Kemudian 20 menit. Delta sudah selesai mengerjakan tugasnya. Dan ia bosan.

Ia memutar kursinya menghadap Cube, seperti biasa ingin mengganggunya.


Eh? Tapi kenapa Cube jadi kelihatan lebih... imut?


Tidak tidak tidak! Pasti ada yang salah! Ia pasti kelelahan! Tapi ia hanya bekerja 20 menit padahal biasanya 8 jam! Ia butuh coklat!

Delta bangun dan mengambil persediaan coklatnya di kulkas.


1 bungkus. 2 bungkus. 3 bungkus. 7 bungkus coklat dia habiskan. Parahnya, semua coklat yang ia makan mengandung alkohol. Bukannya merasa baikan, Delta malah semakin teler.


"Hik... he he... hik..." dengan wajah merah karena mabuk, Delta kembali ke ruangan dan langsung memeluj Cube.


"OY DASAR GILA SEDANG APA KAU?" Cube berkata dengan marah sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Delta.


"Hik... he he... Cube... kau... hik... xantwik yah... hik..." lantur Delta tidak jelas karena mabuk.


"LEPASKAN AKU! KAU MAU MATI YA? KAU PASTI SUDAH GILA?!" Cube berteriak marah sambil masih terus berusaha melepaskan diri.


"Hi hi hi... haku... hik... saywang... kamu... lihat... haku swudah seperti... hik... ini..." Delta berkata makin tidak jelas sambil terkikik sementara tangannya menarik paksa tangan Cube menyentuh kemaluannya yang mengeras.


Dengan wajah merah karena marah dan malu, Cube menonjok Delta sekuat tenaga. Seketika itu Delta pingsan.


"AKU MASIH NORMAL!!!!!!" Cube berteriak pada Delta yang tak sadarkan diri. Terengah-engah dan gemetar dengan wajah merah. "Makhluk menjijikkan. Dia pasti sudah gila. Idiot."


Keesokan paginya Delta bangun dengan tubuh yang berdenyut luar biasa sakit. Ia tak bisa berjalan selama seminggu.


"Cinta itu menyakitkan. Semua orang pasti sudah gila karena menyukai cinta. Iya kan Cross?" Delta berkata sambil meringis. "Aduh..."


"Iya... itu benar... kau sudah tahu itu kan sekarang? Maka camkan baik-baik, kita tidak perlu cinta dalam hidup ini. Karena cinta itu hanya menyakiti diri kita." Cross  tersenyum sambil mengelus pelan puncak kepala adiknya.


Delta mengangguk dengan antusias.


"Itu benar, walaupun kau tidak tahu apa itu cinta, kau tidak membutuhkannya. Kita hanya membutuhkan satu sama lain saja di dunia ini. Tak seorangpun yang akan merebutmu dariku. Akan kupastikan itu." Kata Cross  dalam hati.


 ***



Commission Story Written by AmiiChan

Related Posts

See All
Unspoken Wish

Burung peliharaan?” Cross sudah datang, mendengar suara Zero dan Delta yang sama-sama menembus pintu area pribadi, menatap kedua orang itu yang kini melihat ke arahnya. Adiknya menunjukkan semanga

 
 
Cuma Sekedar Cepat Mekar

Tak sadar Delta singkap sedikit poni sambil lihat beberapa video dan konten lain di laman sosial media. Sudah macam virus yang menular, siapa sangka model rambut cepmek jadi beken seketika. Delta mau

 
 
Berkelana Bersama Jutaan Kelembutan

Masa lalu mengantarkan racun pada impresiDisisiku, kehadiranmu menyembuhkan hati🏵️🏵️🏵️ Dingin suhu memagut udara kamar tidur, menyapu ku

 
 

Comments


Commenting on this post isn't available anymore. Contact the site owner for more info.
© Copyright

 © Akuma39

bottom of page